Belajar Bahasa Jepang Secara Otodidak, Mungkinkah?

Jepang, ini adalah salah satu negara di kawasan Asia yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Pasalnya, negara dengan julukan Negeri Sakura tersebut dikenal memiliki banyak objek wisata menarik, selain punya kebudayaan yang terjaga kelestariannya, dan menjadi salah satu pusat bisnis di dunia.

Namun, sebelum melakukan kunjungan ke Jepang, alangkah lebih baiknya jika Anda belajar terlebih dulu mengenai bahasa Jepang. Pasalnya, bekal kemampuan bahasa Inggris saja dirasa belum cukup untuk bisa “berbaur” dengan masyarakat di negara tersebut. Terlebih, jika Anda memutuskan tinggal di Jepang untuk beberapa waktu, dalam rangka untuk melanjutkan studi atau bekerja.
Namun, layaknya belajar bahasa asing, belajar bahasa Jepang memang gampang-gampang susah. Beberapa orang berpendapat, belajar bahasa Jepang sangatlah sulit. Anda memerlukan sebuah dedikasi yang tinggi untuk bisa memahami bahasa ini, terutama jika ingin lancar berbicara. Ada tiga huruf, yang bahkan pelajar Jepang setidaknya harus mempelajari dari awal jika ingin benar. Ada struktur berbasis suku kata yang kaku, ada sintaksis atau tata bahasa, termasuk urutan kata, yang “tidak biasa”, dan ada perbedaan signifikan antara “classroom Jepang” dengan “daily Jepang”.
Anda memang bisa belajar bahasa Jepang dengan mengikuti les atau kursus bahasa Negeri Sakura yang telah banyak beredar di Indonesia. Namun, jika tidak memiliki waktu untuk mengikuti kursus, tidak ada salahnya jika Anda belajar bahasa Jepang secara mandiri atau otodidak. Karena, seperti kata pepatah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika orang mau berusaha.
Menurut pengalaman seseorang, untuk mahir berbahasa Jepang, ia bisa menghabiskan total 20 jam di ruang kelas. Sementara, jika belajar secara mandiri, ia butuh bekerja di Jepang selama kurun waktu sekitar satu tahun. Jika dihitung, ia mungkin menghabiskan waktu sekitar 1.500 jam untuk belajar bahasa Negeri Sakura.
Selain mengamati kebiasaan orang-orang Jepang, memelajari bahasa ini juga sangat dipengaruhi oleh mentalitas. Belajar bahasa Jepang memang menuntut fokus seseorang. Tak cuma belajar bahasa, Anda juga perlu membaca sastra Jepang, menonton film Jepang, atau kalau memungkinkan, meneliti sejarah tentang Jepang. Bahasa adalah konteks, dan jika Anda memahami konteks, maka semakin baik Anda memahami konten.
Untuk tahap awal, Anda bisa mencoba membaca koran dengan tulisan atau aksara Jepang. Di samping itu, tidak ada salahnya juga Anda membaca novel Jepang, serta mencoba mengatakan segala sesuatu yang sedang menimpa Anda dalam bahasa Jepang, seperti ketika terjatuh dari sepeda, terkejut, atau sedang mengalami perasaan senang.
Belajar bahasa layaknya belajar bagaimana naik sepeda atau bermain piano. Hal tersebut bukan sesuatu yang perlu Anda takutkan. Serupa dengan yang lain, belajar bahasa Jepang juga tidak dapat dicapai tanpa kerja keras. Jadi, belajar bahasa Jepang secara mandiri adalah mungkin, asalkan diri Anda termotivasi dan melakukannya secara rutin. Berikut beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk belajar bahasa Jepang secara otodidak.
  • Vocabulary dan Grammar, disarankan kan mulai dengan Genki 1. Seluruh set memiliki buku teks, buku kerja, dan kunci jawaban. Semuanya sangat terstruktur dengan baik, mencakup ilustrasi, dan pasti membuat belajar bahasa Jepang lebih mudah diakses untuk pelajar.
  • Listening dan Speaking, Genki juga buku yang memiliki CD dengan bahan untuk keterampilan mendengarkan dan keterampilan berbicara.
  • Hiragana dan Katakana, latih tulis menulis aksara ini, lagi dan lagi. Memecah ke satu baris dari alfabet per hari.
  • Kanji, disarankan Anda mencari setiap kosakata Kanji yang Anda temui dalam Genki dan belajar seperti Anda membangun kosakata. Ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi ketika Anda sampai ke tingkat menengah, kebiasaan ini membantu Anda untuk lebih efisien dalam mempelajari Kanji.

Ini Alasan Suatu Kata dalam Bahasa Jepang Menggunakan Huruf Kanji Berbeda

Bagi Anda yang tengah mempelajari Bahasa Jepang mungkin selama ini bertanya-tanya, mengapa kata-kata tertentu menggunakan beberapa huruf Kanji yang berbeda? Contoh:

  • Kadang kata-kata ini kerap tertukar: vs
  • Kadang salah satu lebih kuno: vs , vs
  • Kadang kata-kata ini memiliki perbedaan yang halus: vs , vs
  • Kadang berasal dari kata-kata yang berbeda dengan akar yang sama: vs , vs
  • Kadang benar-benar kata yang berbeda: dan
Dalam 2 kasus terakhir, apabila Anda menggunakan salah satu dari kata-kata tersebut ketika berbicara, maka pendengar mungkin akan tahu kata mana yang Anda maksud. Sementara itu pada kasus ketiga, mungkin akan terasa ambigu untuk sebagian besar penggunaan, sedangkan untuk 2 kasus pertama mungkin maknanya akan sangat jelas.
Ini benar-benar keluar dari tumpang tindih Bahasa China dalam Bahasa Jepang. Saat huruf Jepang pertama kali dibuat dari huruf China, mereka harus memetakan kanji untuk kata-kata Jepang yang sudah ada ( ) dan hasilnya bukan dibuat satu per satu.
Dalam banyak kasus, satu kata Jepang menghasilkan beberapa kanji. Misalnya dan akan menjadi kata yang sama, sama seperti dan . Lebih halus, kata-kata seperti dan juga datang dari akar Jepang yang sama.
Dalam kasus lain, salah satu karakter China akan dimasukkan dalam beberapa kata Jepang. Misalkan saja ( ), (), (), () dan (), meskipun ini juga dapat , yang juga bisa diucapkan , tentunya ini akan sangat membingungkan.
Kemudian ada akan menemukan beberapa frase aneh yang dipetakan dalam kanji tunggal, seperti ( + ) dan ( + ). Ada juga contoh pemakaian tunggal di mana beberapa kanji akan dipetakan menjadi sebuah kata Jepang dengan cara kanji tersebut tidak akan pernah dibaca. Contoh: 大人 ( ), 今朝 ( ), 二十 ( ), ternyata dibaca (熟字 ).
Terdapat pula kanji yang dipetakan untuk alasan murni fonetik: 可愛 ( ), ( ), 出来 ( ) yang kemudian dibaca ( ).

Adanya begitu banyak ragam kanji ini ternyata memungkinkan orang-orang Jepang untuk melakukan permainan kata yang tidak bisa ditemukan dalam bahasa lain. Fenomena ini juga membantu menempatkan semua homofon, sinonim, heteronim, dan sebagainya dalam perspektif tertentu.

Alasan Jepang Gagal “Meninggalkan” Tulisan Kanji

Tulisan Kanji telah menjadi salah satu tulisan yang digunakan di negara Jepang hingga detik ini. Meski demikian, negara yang terkenal dengan sebutan Negeri Matahari Terbit tersebut ternyata pernah serius mempertimbangkan untuk meninggalkan tulisan Kanji. Ada banyak gerakan untuk mereformasi tulisan Jepang dan membuatnya lebih “modern”, dimulai pada abad ke-19 hingga hari ini.

Meski demikian, seperti kita ketahui, hingga kini gerakan tersebut tidak (atau belum) berhasil. Jika Korea mampu membuat perubahan besar dalam sistem penulisan campuran ke fonetik, maka Jepang tidak. Ada beberapa alasan mengapa Jepang belum bisa membuat perubahan besar dalam penulisan Kanji, tidak seperti tetangganya, Korea.
  • Korea memiliki naskah fonetik yang sangat kuat dan efektif yang mewakili bahasa Korea secara jelas. Karena itu, mudah untuk membangun momentum agar pindah script. Sebaliknya, karakter fonetik Jepang tidak terlalu ekspresif dan meninggalkan ambiguitas yang cukup tinggi, terutama penggunaan pemisah kata.
  • Script fonetik Korea dipandang sebagai harta nasional (dasar) bahasa Korea. Sementara, naskah fonetik Jepang dalam beberapa hal dipandang sebagai bentuk lemah dari sebuah ekspresi. Bahkan, sekarang di lingkup politik, militer, dan agama, cenderung menggunakan beberapa kana.
  • Tulisan Kanji sangat ekspresif, dan bahasa Jepang telah digunakan untuk menyebutkan suatu fakta. Nama Jepang sering dibedakan dengan variasi kanji kecil, yang akan hilang jika tidak ditulis dalam huruf Kanji. Selain itu, banyak kata-kata penting dan frase yang dibedakan dengan Kanji. Sebut saja judul 午後の oleh Yukio Mishima di kana. Meski masih akan berada di sana tetapi akan “loyo”. Hal yang sama berlaku untuk salah satu haiku,   .
  • Negara Jepang telah membuktikan dirinya cukup buruk dalam mengontrol bahasa. Upaya standarisasi Jepang biasanya sangat lemah (jalan panjang untuk penggunaan kana standar dan keterlibatan Jepang di Unicode menjadi contoh yang baik). Mengingat fakta ini, tidak mengherankan bahwa tidak ada perubahan besar untuk sistem tulisan.
Pada satu titik, ada beberapa dukungan untuk beralih ke huruf Romawi dalam nama modernitas. Hal semacam ini telah disodorkan selama abad ke-20, dan dihidupkan kembali setelah WW2 dalam ledakan reformisme. Pada tahun 1946, sebuah standar baru untuk Kanji dipromosikan, dan pada saat ini dipandang sebagai satu langkah menjauh dari Kanji dan menuju sistem tulisan all-fonetik.

Sayangnya, kesatuan tujuan yang diperlukan untuk perubahan ini tidak pernah terwujud dan pada akhirnya apa yang tersisa adalah satu set daftar Kanji cacat dan tidak lengkap. Beberapa penyederhanaan bentuk-bentuk standar, dan perubahan ke ejaan fonetik telah membuatnya sedikit lebih sulit untuk membaca dokumen pra-1946.

Salam yang Baik dan Benar Ketika Menulis Surat dalam Bahasa Jepang

Meski saat ini sudah tersedia banyak aplikasi message atau chatting untuk berkomunikasi, namun menulis surat dalam beberapa kondisi masih diperlukan. Surat biasanya digunakan untuk berkirim pesan secara formal atau kepada mereka yang dianggap lebih senior untuk menunjukkan rasa atau sikap menghormati.

Mungkin Anda sudah paham bagaimana tata cara penulisan surat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Jika menulis surat dalam bahasa Jepang, bagaimana format dan penulisan bahasa yang baik yang menunjukkan tingkat pendidikan Anda?
Secara umum, format penulisan surat dalam bahasa Jepang tidak jauh berbeda dengan surat kebanyakan. Anda perlu mencantumkan nama penerima, salam pembuka, menanyakan kabar, ucapan terima kasih yang sesuai dengan konten, ringkasan, tanggal, nama pengirim, dan juga post script (jika ada).
Pembuka
Untuk pembuka, ada beberapa kalimat yang bisa digunakan, seperti:
  • Haikei, ini adalah pembuka standar.
  • Kinkei, ini adalah pembuka jika Anda ingin ekstra tulus, seperti jika Anda menulis sebuah surat kepada orang yang spesial atau pelanggan potensial.
  • Kyuukei, pembuka yang cocok jika surat itu mendesak.
  • Zenryaku, pembuka jika surat itu singkat dan Anda ingin langsung ke pokok masalah.
Salam Musim
Salam musiman ini dapat dibagi ke beberapa kategori. Beberapa salam musiman yang bisa dituliskan dalam suatu surat adalah:
  • , “autumn yang dalam…”
  • 菊花 季節, “musim krisan membawa kita…”
  • 春日 今日 , “kami melihat lebih banyak musim dingin di hari-hari cerah…”
  • , “setiap hari menambah kedinginan…”
  • 紅葉 , “maples menjadi semakin berwarna-warni hari ini…”
  • 時節, “musim daun jatuh di atas kita.”
  • 感慨 , “musim gugur pernah lebih indah…”
Salam musiman ini biasanya diikuti oleh beberapa varian kalimat, mulai “bagaimana kabarmu?” atau “saya harap Anda baik”.
Salam Hubungan
  • , ini adalah salam sederhana untuk korespondensi sehari-hari.
  • 平素 , ini salam yang lebih kompleks dan biasanya ditujukan untuk klien yang penting dan sebagainya.
Setelah itu, diteruskan dengan isi pesan. Kemudian, surat tersebut disimpulkan oleh ucapan konklusif.

Ringkasan (Salam Penutup)

Ada beberapa contoh salam penutup yang bisa digunakan.
  • 身体 , “semoga kesehatan Anda terjaga dengan baik.”
  • 健康 , “kesimpulannya, saya berdoa untuk kesehatan dan keberuntungan Anda.”
  • 今後 指導 鞭撻 , . “saya ingin meminta saran Anda nasihat” (untuk guru atau penasihat).
  • 支援 , “saya ingin meminta dukungan dan pertimbangan.”
  • 連絡 . “silakan ke atas untuk melihat pengumuman kami” (untuk surat membuat pengumuman singkat).
  • 書中 , “terimalah salam kami .”
Penutup
  • Keigu, jika Anda adalah laki-laki.
  • Kashiko, jika Anda adalah perempuan.

Cara Terbaik & Termudah Mempelajari Bahasa Jepang

Sejak Anda lahir hingga dewasa, Anda pasti sudah diajarkan dan mempelajari secara mendalam bahasa yang menjadi dasar komunikasi Anda saat ini, entah itu Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Namun kondisi akan menjadi berbeda saat Anda mempelajari bahasa asing lainnya, terutama bahasa yang memiliki karakter atau huruf-huruf khusus seperti Bahasa Jepang.

Mempelajari bahasa asing memang merupakan sebuah pekerjaan yang besar dan membutuhkan banyak waktu. Apabila Anda perlu mempelajari Bahasa Jepang untuk pekerjaan, berkeluarga, tertarik pada anime, atau apapun, maka Anda bisa dengan mudah memecah salah satu dari 4 keterampilan yang ada, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Setelah Anda memiliki prioritas dari keempat aspek tersebut, maka Anda perlu benar-benar mempraktikkannya agar dapat menguasai Bahasa Jepang.
Bagaimanapun juga, saat menyangkut keterampilan output, Anda tentu saja membutuhkan input atau masukan, kecuali jika Anda hanya ingin membuat omong kosong. Jadi, jika Anda ingin menguasai berbicara, maka mulailah dengan mendengarkan, dan membaca sebelum mulai menulis (input sekitar 2-4 lebih besar dibandingkan output).
Bahkan meski Anda sudah memiliki prioritas tertentu, Anda tetap harus melatih area lainnya. Otak kita merupakan jaringan saraf kompleks yang merangsang berbagai area berbeda untuk membantu retensi. Oleh sebab itu, jika Anda sudah banyak membaca, mulailah untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Jepang dengan beberapa orang.

Membayangkan huruf dari sebuah ojek, misalkan saja ‘vending machine’ dalam bentuk Kanji 自動 usai mendengarkannya dalam percakapan merupakan salah satu cara terbaik untuk memahami dan menyimpannya dalam memori jangka panjang.

Pengertian, Fungsi, & Contoh Penggunaan Huruf Katakana

Selain huruf hiragana dan kanji, katakana adalah salah satu huruf yang juga perlu dipelajari dalam Bahasa Jepang. Secara umum, katakana biasanya dipakai untuk penulisan kata-kata serapan atau kata-kata dari bahasa asing yang diserap ke Bahasa Jepang (外来語/gairaigo). Di samping itu katakana juga dapat dipakai untuk menuliskan onomatope, menulis nama orang, dan juga penegasan dari kata-kata asli Bahasa Jepang.

Kata-kata asli Bahasa Jepang tak dapat ditulis dengan huruf katakana kecuali dalam telegram. Sedangkan bentuk huruf katakana mempunyai huruf standar layaknya huruf hiragana.
Berikut ini beberapa contoh penerapan huruf katakana untuk beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas:
Menulis Kata Serapan
Salah satu kegunaan utama katakana adalah untuk menuliskan kata-kata yang diadaptasi dari bahasa asing. Misalkan saja untuk menuliskan nama negara, nama orang, benda dalam Bahasa Inggris, dan masih banyak lagi.
Contoh:
カメラ (Kamera) = Kamera
メール (Meru) = e-mail
ベッド (Beddo) = tempat tidur
テレビ (Berebi) = TV
Untuk Penegasan
Beberapa kata asli Jepang yang biasanya ditulis menggunakan huruf hiragana atau kanji seringkali justru ditulis dalam wujud katakana. Tulisan semacam itu dapat Anda temukan di tempat-tempat umum, atau komik, dan media lainnya untuk merepresentasikan tanda seru (!).
Contoh:
ゴミ (gomi) = sampah
まじで (maji de) = serius nih!
ココ (koko) = disini
Menulis Onomatope
Onomatope merupakan kata untuk menirukan bunyi-bunyian tertentu seperti guk-guk untuk menirukan gonggongan anjing, hahaha untuk menirukan suara orang tertawa, kukuruyuk untuk menirukan bunyi ayam berkokok, dan sebagainya.
Contoh:
ヘヘヘ = Hehehe
ハハハハ = Hahahahaha
バンバン (Ban Ban) Dor Dor = Suara pistol
Berikut daftar huruf katakana dalam Bahasa Jepang:
a
i
u
e
o
ka
ki
ku
ke
ko
キャ kya
キュ kyu
キョ kyo
sa
shi
su
se
so
シャ sha
シュ shu
ショ sho
ta
chi
tsu
te
to
チャ cha
チュ chu
チョ cho
na
ni
nu
ne
no
ニャ nya
ニュ nyu
ニョ nyo
ha
hi
fu
he
ヒャ hya
ヒュ hyu
ヒョ hyo
ma
mi
mu
me
mo
ミャ mya
ミュ myu
ミョ myo
ya
yu
yo
ra
ri
ru
re
ro
リャ rya
リュ ryu
リョ ryo
wa
wo
n
ga
gi
gu
ge
go
ギャ gya
ギュ gyu
ギョ gyo
za
ji
zu
ze
zo
ジャ ja
ジュ ju
ジョ jo
da
ji
zu
de
do
ba
bi
bu
be
bo
ビャ bya
ビュ byu
ビョ byo
pa
pi
pu
pe
ピャ pya
ピュ pyu
ピョ pyo

イェ ye
ウィ wi
ウェ we
ウォ wo
ヴァ va
ヴィ vi
vu
ヴェ ve
ヴォ vo
シェ she
ジェ je
チェ che
ティ ti
トゥ tu
テュ tyu
ディ di
ドゥ du
デュ dyu
ツァ tsa
ツィ tsi
ツェ tse
ツォ tso
ファ fa
フィ fi
フェ fe
フォ fo
フュ fyu

Panduan Belajar Bahasa Jepang untuk Tujuan Berlibur

Jepang, ini adalah salah satu negara di kawasan Asia yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Pasalnya, negara dengan julukan Negeri Sakura tersebut dikenal memiliki banyak objek wisata menarik, selain punya kebudayaan yang terjaga kelestariannya, dan menjadi salah satu pusat bisnis di dunia.

Meski demikian, sebelum Anda merencanakan melakukan perjalanan ke Jepang, terutama untuk tujuan berlibur, sebaiknya Anda harus menggali terlebih dulu tentang negara ini, termasuk kebudayaan dan kebiasaan masyarakatnya. Pasalnya, ada banyak tempat di Jepang ketika bahasa Inggris tidak akan membantu. Karena itu, mengetahui lebih banyak bahasa, terutama bahasa Jepang, akan membuat Anda lebih nyaman.
Beberapa orang berpendapat, belajar bahasa Jepang sangatlah sulit. Anda memerlukan sebuah dedikasi yang tinggi untuk bisa memahami bahasa ini, terutama jika ingin lancar berbicara. Ada tiga huruf, yang bahkan pelajar Jepang setidaknya harus mempelajari dari awal jika ingin benar. Ada struktur berbasis suku kata yang kaku, ada sintaksis atau tata bahasa, termasuk urutan kata, yang “tidak biasa”, dan ada perbedaan signifikan antara “classroom Jepang” dengan “daily Jepang”.
Meski demikian, belajar bahasa Jepang merupakan pengalaman yang luar biasa ketika menavigasi negara tersebut. Namun, hal tersebut memang membutuhkan dedikasi dan juga waktu. Hanya duduk dengan kamus dan buku lalu belajar secara mandiri selama beberapa minggu tidak cukup untuk membawa Anda ke “level Jepang” dan bisa lancar berkomunikasi dengan masyarakat setempat.
Namun, jika Anda memang tidak memiliki banyak waktu untuk belajar bahasa Jepang, ada beberapa hal yang mesti Anda lakukan jika hendak mengunjungi negara tersebut dalam waktu yang singkat. Tetap belajar dan berpegang teguh pada buku panduan merupakan langkah sederhana. Kemudian, jika Anda punya sedikit waktu tambahan, alangkah baiknya untuk belajar membaca Katakana.
Di Jepang, Katakana digunakan untuk menulis kata-kata Jepang dalam bahasa asing (biasanya bahasa Inggris). Mampu membaca kata-kata ini secara signifikan akan meningkatkan pemahaman Anda mengenai tanda-tanda, menu makanan, mesin penjual otomatis, dan sebagainya.

Sekali lagi, langkah tersebut hanya diasumsikan bahwa Anda berniat pergi ke Jepang hanya untuk berlibur dalam waktu singkat. Namun, jika Anda berencana tinggal di negara itu selama beberapa bulan atau tahun, maka diperlukan pendekatan yang berbeda untuk belajar bahasa Jepang.

Apakah Bahasa Jepang Menggunakan Banyak Onomatopoeias?

Ternyata Bahasa Jepang adalah bahasa yang menggunakan banyak onomatopoeias. Dalam Bahasa Inggris, onomatopoeias merupakan representasi fonetik suara sebenarnya seperti ‘hiss’ (mendesis) dan ‘cuckoo’.

Sementara itu, menurut beberapa peneliti Jepang mempunyai lebih dari 4.800 onomatopoeias atau 5 kali lebih banyak dari bahasa lain. Hal ini disebabkan karena Jepang sangat kurang dalam jumlah suku kata atau kelompok suara. Hanya ada 112 jika digabungkan dengan 50 huruf dasar mulai a, i, u, e, o, konsonan bersuara seperti ga, gi, gu, ge, go, dan sebagainya.
Untuk mengatasi kekurangan suku kata tersebut, Jepang memiliki banyak dua suku kata onomatopoeias berulang seperti ‘ira-ira’ dan ‘muka-muka’ yang tidak bisa diungkapkan dengan karakter China.
Berikut ini beberapa onomatopoeias yang cukup berguna untuk menggambarkan sesuatu secara lebih singkat dibandingkan saat harus menjelaskannya dengan Bahasa Inggris.
Hoka-hoka ( )
Menggambarkan uap hangat dari makanan panas, biasanya semangkuk nasi putih yang lengket. Uniknya, menambahkan hoka-hoka untuk nama berbagai hidangan hangat seketika akan membuatnya tampak jauh lebih lezat. Hoka-hoka juga dapat menggambarkan benda hangat yang tidak dimakan seperti tubuh Anda yang kepanasan setelah olahraga, atau sebagainya.
Shaki-shaki ( )
Menggambarkan tekstur berair dan renyah dari makanan seperti selada atau mentimun. Kata ini juga bisa menggambarkan seseorang yang bekerja secara cepat atau cekatan.
Goro-goro ( )
Selain mewakili suara gemuruh guntur, ‘goro-goro’ juga menggambarkan aksi berbaring dan berguling-guling karena bosan atau malas melakukan sesuatu. Walaupun goro-goro menggambarkan berguling-guling, Anda tak harus berguling-guling di lantai saat menggunakan kata ini.
Zaku-Zaku ( )
Menggambarkan derak suara saat berjalan di atas kerikil, kotoran, atau salju. Hal ini juga kerap dipakai untuk menggambarkan suara yang dibuat saat memotong produk ke dalam potongan besar. Selain itu zaku-zaku juga bisa menggambarkan denting suara saat uang koin saling bertumbukan.
Shi—n ( )
Menggambarkan ‘suara’ dari sebuah keheningan. Hal ini biasanya dipakai menggambarkan situasi saat penonton diam usai mendengar sesuatu yang serius atau menyentuh. Banyak juga yang mengatakannya untuk memecah keheningan.

Terkait penggunaannya, onomatopoeia bisa dipakai secara tertulis maupun lisan. Onomatopoeia bersifat tidak resmi karena Anda dapat memakainya saat berbicara dengan penghormatan terhadap seseorang (keigo) tanpa menyinggung perasaan mereka sama sekali.

Apa Perbedaan Ungkapan ‘Faito’ dan ‘Ganbatte’ dalam Bahasa Jepang?

Anda pasti pernah mendengarkan orang Jepang memekikkan kata-kata untuk menyemangati seseorang lewat ‘ganbatte’ dan ‘faito’ bukan? Lalu, apa sebenarnya perbedaan kata Faito ( ) dengan Ganbatte ( )?

Faito ( ) biasanya dipakai dalam acara olahraga atau merupakan ungkapan untuk mendorong seseorang agar terus berjuang (kata Faito merupakan versi katakana dari kata ‘fight’ atau ‘lawan!’).
dan keduanya sama-sama berarti ‘Lakukan yang terbaik’ namun mereka mempunyai konotasi yang berbeda dan digunakan untuk konteks yang lebih dari Faito ( ). ( ) atau ‘ganbatte (kudasai)’ adalah bentuk permintaan dari kata kerja ‘ganbaru’, dan itu biasanya digunakan untuk menyampaikan nada ringan atau ekspresi dukungan yang kurang kuat. Kata itu juga digunakan jika Anda tidak terlalu mengenal seseorang dengan baik atau mereka bukan teman dekat Anda.
‘Ganbare’ di sisi lain adalah bentuk perintah dari kata kerja yang digunakan untuk mendorong orang-orang dekat Anda (biasanya dengan cara yang lebih kuat, seperti halnya saat kita bersorak dalam acara olahraga).

Saat seseorang baru saja mempelajari Bahasa Jepang, mereka mungkin akan mengatakan ( ). Sebab mengatakan Faito ( ) bukan hal yang masuk akal dalam konteks ini.

Menulis Aksara Jepang, Ini yang Harus Dipelajari Terlebih Dahulu

Tak seperti tulisan di negara lain pada umumnya, tulisan (aksara) di Jepang terdiri dari berbagai jenis, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Yang menjadi pertanyaan sekarang, sistem tulisan manakah yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh seseorang agar bisa benar-benar lancar berbahasa Jepang?

Secara tradisional, para pakar menyarankan seseorang untuk mempelajari Hiragana terlebih dahulu, kemudian Katakana, lalu disusul Kanji. Hiragana adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan suku kata. Kegunaan Hiragana adalah untuk menulis akhiran kata; menulis kata keterangan, beberapa kata benda, dan kata sifat; menulis perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui; menulis bahan bacaan anak; dan menulis furigana atau rubi.
Sementara, Katakana adalah sistem aksara untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang, selain untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli dalam bahasa Jepang yang bersifat penegasan. Adapun Kanji, adalah aksara yang digunakan untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan).
Belajar sistem tulisan ini dapat dilakukan dengan membeli kartu flash di beberapa tempat seperti White Rabbit Press. Namun, Anda juga bisa membuat kartu aksara ini secara mandiri. Sama seperti mempelajari aksara bahasa lain, dalam belajar menulis aksara Jepang, seseorang harus berlatih secara rutin dan berulang-ulang. Ketika Anda mempelajari sistem penulisan, pastikan Anda untuk memberikan perhatian khusus kepada tulisan yang Anda pelajari tersebut.
Namun, jika Anda sedang terburu-buru dan ingin mendapat pengetahuan praktis secepat mungkin, Anda dapat mempelajari Katakana terlebih dahulu. Pasalnya, sistem penulisan ini digunakan untuk menguraikan kata-kata asing yang familiar ditemui, seperti bir, steak, ayam, dan lain sebagainya.
Sementara, jika Anda benar-benar ingin lancar menulis aksara Jepang, Anda disarankan untuk pertama-tama belajar berbicara dan mendengarkan. Setelah Anda memiliki pengucapan dan pendengaran yang baik, maka mulailah untuk membaca dan menulis.
Di samping itu, Anda juga disarankan untuk tidak mengabaikan Romaji karena meski secara tradisional tidak dianggap sebagai penulisan Jepang, namun sistem ini tetap berguna untuk menopang pembelajaran menulis dan berbicara dalam bahasa Jepang. Romaji sendiri adalah cara menulis bahasa Jepang dengan menggunakan abjad Latin atau alih-aksara.